Sebuah pesawat ambulans udara dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan dari Bermuda menuju Boston, Amerika Serikat. Insiden ini memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran di sekitar perairan Nantucket, Massachusetts.
Pesawat jet Gulfstream yang dioperasikan oleh Latitude Air Ambulance ini membawa enam orang, terdiri dari empat kru dan dua penumpang. Menurut data pelacakan penerbangan, pesawat sempat terbang stabil di ketinggian 24.000 kaki sebelum akhirnya kehilangan kontak. Hal yang mencurigakan adalah pesawat sempat turun drastis hingga 13.000 kaki hanya dalam waktu dua menit sebelum sinyalnya hilang.
Dalam rekaman komunikasi terakhir dengan menara kontrol, pilot sempat menyatakan kondisi 'terbang buta' (coming in blind) dan mendeklarasikan keadaan darurat sebelum kontak terputus. Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) telah mengerahkan tim udara dan permukaan untuk menyisir area sekitar Nantucket.
Pemerintah Bermuda dan Kanada sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang AS. Perdana Menteri Bermuda, David Burt, menyatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan keluarga penumpang dan berharap semua korban ditemukan selamat. Sementara itu, Menteri Transportasi Kanada, Steven MacKinnon, mengonfirmasi bahwa empat warga negaranya berada di dalam pesawat tersebut.
Analisis Dampak: Insiden ini menyoroti risiko tinggi operasi penerbangan medis (air ambulance), terutama pada rute lintas negara di atas perairan internasional. Hilangnya kontak yang mendadak setelah penurunan ketinggian ekstrem biasanya mengindikasikan adanya masalah teknis serius atau dekompresi kabin. Bagi masyarakat, ini menjadi pengingat akan pentingnya protokol keselamatan penerbangan dan kecepatan respons tim SAR dalam situasi darurat di laut lepas.