GAZA PASCA-PERANG: KOMITE TEKNOKRAT SIAP AMBIL KEMUDI? - Berita Dunia
← Kembali

GAZA PASCA-PERANG: KOMITE TEKNOKRAT SIAP AMBIL KEMUDI?

Foto Berita

Pembicaraan intensif tentang fase kedua kesepakatan gencatan senjata di Gaza sedang berlangsung di Kairo, Mesir. Para pemimpin Hamas dan perwakilan faksi Palestina lainnya berkumpul untuk membahas masa depan Gaza pasca-perang, di tengah gencatan senjata yang terus goyah dan kerap dilanggar Israel.

Fokus utama diskusi adalah pembentukan panel teknokrat Palestina yang akan memimpin Gaza setelah konflik mereda. Selain itu, poin-poin krusial lain yang dibahas meliputi pembukaan kembali perbatasan Rafah, memastikan masuknya bantuan kemanusiaan yang menumpuk di sisi perbatasan Mesir, serta penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza.

Namun, Israel tampaknya punya pandangan berbeda. Laporan dari Lembaga Penyiaran Publik Israel (Kan) menyebutkan bahwa pejabat Israel menganggap 'garis kuning' – zona penyangga di timur Gaza – sebagai area strategis yang harus tetap di bawah kendali mereka. Ini berarti lebih dari 50 persen wilayah Gaza kini berada di bawah pendudukan militer Israel.

Di sisi lain, dunia internasional terus berupaya. Diplomat Bulgaria, Nickolay Mladenov, dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin kelompok bersenjata Palestina. Mladenov diperkirakan akan memimpin 'Dewan Perdamaian' yang diusulkan Amerika Serikat, sebuah badan transisi yang anggotanya, sekitar 15 pemimpin dunia, akan diumumkan Presiden AS Donald Trump dalam waktu dekat.

Wakil Presiden Palestina, Hussein al-Sheikh, menyambut baik rencana ini. Ia menekankan pentingnya menghubungkan institusi di Gaza dengan Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat, demi mewujudkan prinsip "satu sistem, satu hukum, dan satu senjata yang sah".

Para mediator gencatan senjata lainnya—Mesir, Turki, dan Qatar—menyambut baik pembentukan komite teknokrat Palestina yang akan mengelola Jalur Gaza. Komite ini, yang kabarnya akan dipimpin oleh Ali Shaath, mantan wakil menteri di PA, akan bertugas menyediakan layanan publik bagi lebih dari 2 juta warga Palestina di Gaza.

Tentu saja, komite ini menghadapi tantangan besar. Pembangunan kembali Gaza diperkirakan menelan biaya lebih dari 50 miliar dolar AS dan akan memakan waktu bertahun-tahun. Ironisnya, hingga kini dana yang dijanjikan masih sangat minim. Fase kedua rencana AS ini juga akan menandai dimulainya demiliterisasi dan rekonstruksi penuh Gaza, termasuk pelucutan senjata semua personel yang tidak sah.

Sebelumnya, fase pertama kesepakatan gencatan senjata ini pun sempat goyah akibat serangan udara Israel yang terus berlangsung.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook