AS DAN IRAN TANDA TANGANI KESEPAKATAN AWAL DI JENEWA - Berita Dunia
← Kembali

AS DAN IRAN TANDA TANGANI KESEPAKATAN AWAL DI JENEWA

Foto Berita

Jenewa, Swiss – Amerika Serikat dan Iran dikabarkan akan menandatangani kesepakatan awal di Jenewa, Swiss, pada Jumat ini. Kesepakatan ini disebut-sebut sebagai langkah untuk mengakhiri perang yang didalangi AS dan Israel terhadap Iran, memulai proses negosiasi selama 60 hari, serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Pakistan, yang menjadi mediator utama dalam perundingan damai ini, akan menjadi tuan rumah penandatanganan di Swiss. Meski begitu, hingga kini belum ada rincian detail dari kedua belah pihak mengenai isi perjanjian tersebut. Publik pun masih bertanya-tanya sejauh mana Iran dan AS mencapai kata sepakat, atau bahkan apakah mereka akan membahas isu-isu besar dalam perundingan mendatang.

Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa program nuklir Iran akan menjadi bagian dari kesepakatan akhir. Namun, ia sama sekali tidak menyebut tuntutan AS sebelumnya, seperti pembongkaran program rudal balistik Iran atau penghentian dukungan Tehran terhadap kelompok proxy di kawasan.

“Satu-satunya hal yang benar-benar penting bagi saya adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan itu sudah jelas,” ujar Trump kepada wartawan di sela-sela KTT G7 di Prancis, Selasa lalu. Trump menambahkan, “Semua neraka akan turun” jika Iran berniat memperoleh senjata nuklir.

Hubungan Washington dan Tehran memang renggang dan penuh gejolak sejak masa pertama Trump menjabat. Saat itu, ia menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Penarikan diri ini terjadi meskipun inspeksi independen membuktikan Iran mematuhi isi perjanjian, yang membatasi pengayaan uranium di fasilitas Fordow hingga 3,67 persen—cukup untuk produksi energi, jauh dari level yang dibutuhkan untuk senjata.

Analisis Dampak: Kesepakatan awal ini menjadi secercah harapan di tengah ketegangan yang memanas. Jika berhasil, bukan hanya stabilitas kawasan Timur Tengah yang terjaga, tetapi juga harga minyak dunia bisa lebih stabil karena Selat Hormuz kembali aman dilalui. Namun, publik perlu waspada. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa Trump kerap menarik diri dari perjanjian multilateral. Selain itu, ketidakhadiran pembahasan soal rudal balistik Iran dalam pernyataan Trump menimbulkan tanda tanya besar. Apakah ini hanya gencatan senjata sementara, atau benar-benar awal dari détente? Masyarakat global, khususnya negara-negara pengimpor minyak seperti Indonesia, harus bersiap menghadapi dua skenario: stabilitas harga energi atau eskalasi baru jika negosiasi gagal.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook