Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Amerika Serikat mengalami kendala teknis saat hari pencoblosan pemilu sela. Insiden paling menonjol terjadi di Westchester County, New York, di mana mesin pembaca surat suara otomatis gagal berfungsi karena kertas surat suara dinilai terlalu tebal.
Otoritas pemilu setempat bergerak cepat dengan mengumpulkan surat suara yang bermasalah tersebut. Surat suara itu akan dihitung secara manual di Kantor Dewan Pemilu, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian serta disaksikan langsung oleh para pengacara dan perwakilan dari seluruh partai politik. Langkah transparan ini diambil untuk membendung munculnya teori konspirasi yang sempat mencuat terkait integritas mesin pemungutan suara.
Mesin bermasalah tersebut diproduksi oleh Liberty Vote, perusahaan yang sebelumnya bernama Dominion. Perusahaan ini sempat menjadi sorotan karena pernah dituduh tanpa bukti oleh Presiden AS Donald Trump terkait manipulasi suara di masa lalu.
Gangguan serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Broward County, Florida, pemungutan suara tertunda 20 menit akibat malfungsi fitur keamanan baru. Di North Carolina, Dewan Pemilu mempertimbangkan perpanjangan waktu coblos selama satu jam di tujuh kabupaten karena masalah teknis yang meluas. Sementara itu, di Maricopa County, Arizona, sebuah TPS di sekolah sempat ditutup akibat mati listrik. Di Pennsylvania, waktu pemungutan suara diperpanjang 30 menit karena kendala pengaturan mesin.
Analisis Dampak: Insiden ini menjadi ujian bagi kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di AS. Meski otoritas menegaskan masalah bersifat minor dan surat suara tetap terhitung, narasi kecurangan berpotensi kembali menguat di media sosial. Masyarakat diminta untuk tetap tenang menunggu hasil resmi penghitungan manual yang prosesnya diawasi ketat multipihak.