Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) resmi melayangkan tiga aduan ke komite internal FIFA. Mereka meminta Komite Etik menyelidiki dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan konflik kepentingan yang melibatkan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Aduan ini mencuat dari tiga kasus berbeda yang dianggap punya benang merah. Pertama, rencana kontroversial Infantino membuka pintu investasi swasta ke Piala Dunia lewat proyek FIFA Forward Enterprise (FFE). Rencana ini batal setelah dapat kecaman keras, terutama karena investor utamanya diduga kuat berasal dari lingkaran keluarga Presiden AS, Donald Trump.
Kedua, soal intervensi Trump dalam kasus kartu merah penyerang AS, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026. FIFA tiba-tiba mencabut hukuman larangan bermain Balogun setelah Trump dilaporkan menelepon Infantino. Ketiga, pemberian 'FIFA Peace Prize' kepada Trump pada Desember lalu yang dinilai sangat politis dan keluar dari jalur netralitas organisasi.
Presiden NFF, Lise Klaveness, menegaskan bahwa ketiga kasus ini bukan sekadar pelanggaran aturan biasa, melainkan indikasi kuat adanya penyalahgunaan posisi dan pelanggaran netralitas politik. NFF mendesak Komite Etik dan Komite Tata Kelola (GACC) untuk memeriksa apakah sistem pengawasan FIFA masih berjalan sebagaimana mestinya atau sudah lumpuh oleh kepentingan pribadi.
Analisis Dampak: Bagi publik pecinta bola, aduan ini menjadi ujian kredibilitas FIFA. Jika proses investigasi ini terkesan dipelintir atau dihentikan paksa, kepercayaan masyarakat terhadap integritas turnamen seperti Piala Dunia bisa runtuh. Ini juga menjadi preseden buruk bagi sepak bola dunia, di mana urusan politik dan bisnis bisa dengan mudah mencaplok prinsip sportivitas dan keadilan di lapangan.