Pesawat militer Kolombia berjenis Hercules C-130 jatuh tak lama setelah lepas landas di selatan negara itu pada hari Senin, menewaskan setidaknya satu orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden tragis ini, yang membawa 125 orang termasuk 114 penumpang dan 11 awak, terjadi di dekat Puerto Leguizamo, sebuah daerah di perbatasan dengan Peru, memicu duka mendalam bagi negara.
Pihak berwenang, termasuk Komandan Angkatan Udara Carlos Fernando Silva, segera mengonfirmasi kejadian tersebut. Presiden Kolombia Gustavo Petro melalui unggahannya di X (sebelumnya Twitter) menyatakan bahwa setidaknya satu korban jiwa telah dipastikan, 77 orang mengalami luka-luka, sementara nasib 43 orang lainnya masih belum jelas. Pesawat nahas itu sendiri sedang dalam misi mengangkut pasukan.
Menteri Pertahanan Pedro Sanchez juga menyampaikan bahwa unit militer sudah berada di lokasi kecelakaan, yang diperkirakan berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kota. Namun, hingga kini, penyebab pasti jatuhnya pesawat Hercules C-130 ini masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan mendalam oleh otoritas setempat. Presiden Petro turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para prajurit muda yang menjadi korban.
Kecelakaan ini kembali menyoroti isu keselamatan penerbangan militer di kawasan Amerika Latin. Jenis pesawat Hercules C-130, yang mulai diakuisisi Kolombia sejak akhir 1960-an dan beberapa di antaranya telah dimodernisasi, memiliki rekam jejak panjang. Namun, insiden serupa juga terjadi belum lama ini; bulan lalu, sebuah Hercules C-130 milik Angkatan Udara Bolivia juga jatuh di El Alto, menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai 30 lainnya. Meskipun belum ada kaitan langsung yang terbukti, serangkaian insiden ini bisa memicu pertanyaan publik tentang pemeliharaan armada militer dan standar keselamatan, khususnya untuk pesawat veteran yang beroperasi di medan yang menantang.