Yerusalem, Al Jazeera — Para pemimpin politik Israel, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, bereaksi keras terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan ini diperkirakan akan mengakhiri pertempuran di semua lini, termasuk di Lebanon.
Ben-Gvir menyebut perjanjian itu sebagai 'bencana' bagi keamanan Israel, sementara Smotrich menuding Washington mengkhianati sekutu lamanya. Keduanya khawatir gencatan senjata dengan Iran justru memberi ruang bagi kelompok proksi Teheran untuk memperkuat posisi di perbatasan utara Israel.
Dari sisi lain, analis menilai bahwa kesepakatan ini bisa menjadi titik balik ketegangan di Timur Tengah. Jika berhasil, warga sipil di Lebanon Selatan dan Gaza yang selama ini terdampak konflik bisa bernapas lega. Namun, jika gagal, risiko eskalasi baru justru mengintai.
Media internasional mencatat, ini adalah pertama kalinya dalam satu dekade AS dan Iran duduk bersama untuk membahas stabilitas kawasan. Langkah ini juga memicu perdebatan sengit di Knesset, parlemen Israel, antara kubu garis keras dan kelompok yang mendukung diplomasi.