DUA KANDIDAT BERNAMA SAMA GEGERKAN SENAT ALASKA - Berita Dunia
← Kembali

DUA KANDIDAT BERNAMA SAMA GEGERKAN SENAT ALASKA

Foto Berita

Praktik pemungutan suara ranked-choice voting (RCV) di Alaska kembali menjadi sorotan. Sistem ini dianggap krusial dalam menentukan hasil pertarungan kursi Senat pada pemilu sela November mendatang, terutama setelah munculnya dua kandidat yang memiliki nama hampir identik, yakni Dan Sullivan. Situasi ini memicu kekhawatiran apakah kedua kandidat tersebut akan saling memecah suara atau justru membingungkan pemilih.

Berbeda dengan sistem pemilu konvensional di mana pemilih hanya memilih satu nama, RCV memungkinkan pemilih untuk merangking kandidat sesuai preferensi. Jika tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas di putaran pertama, kandidat dengan suara terendah akan dieliminasi, dan suaranya dialihkan ke pilihan berikutnya pada surat suara. Sistem ini hanya diterapkan secara menyeluruh di dua negara bagian AS, yaitu Alaska dan Maine, serta di beberapa kota besar seperti New York.

Para pendukung RCV menilai sistem ini memberikan kebebasan bagi pemilih untuk memilih kandidat favorit mereka tanpa takut suaranya 'terbuang'. Mereka juga berargumen bahwa sistem ini mampu mengurangi efek spoiler dari kandidat pihak ketiga dan mendorong terciptanya politik yang lebih kolaboratif. Namun, para kritikus menyoroti kompleksitas sistem ini yang berpotensi memperlambat proses penghitungan suara dan memicu kesalahan penandaan surat suara. Sebuah studi tahun 2025 bahkan mencatat bahwa hampir 5 persen surat suara RCV ditandai secara tidak semestinya, meskipun tidak semuanya berujung pada pembatalan suara.

Dampak bagi masyarakat adalah adanya potensi kebingungan di bilik suara, terutama dengan adanya kandidat bernama sama. Di sisi lain, sistem ini memaksa kandidat untuk berkampanye lebih luas guna meraih suara kedua dari pemilih lawan, yang secara teori dapat mengurangi polarisasi ekstrem. Namun, jika proses penghitungan berlarut-larut, kepercayaan publik terhadap integritas hasil pemilu bisa tergerus.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook