Tepi Barat yang Diduduki — Lebih dari 30 warga Palestina dilaporkan ditangkap dalam satu hari di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat, saat Israel meningkatkan tekanan militernya. Aksi ini terjadi di tengah genosida yang terus berlangsung di Gaza.
Kantor Berita Palestina, Wafa, melaporkan seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun tertembak di dada oleh pasukan Israel di Bani Naim, timur Hebron, pada Kamis (waktu setempat). Kondisinya kini stabil setelah dilarikan ke rumah sakit. Di lokasi terpisah, pemukim Israel memukuli seorang pria berusia 30 tahun di Abu Njeim, tenggara Betlehem. Kelompok pemukim juga menyerang sebuah keluarga di Khirbet Emneizal, Perbukitan Hebron Selatan. Mereka tidak hanya menganiaya warga, tetapi juga mencuri kambing milik keluarga tersebut sebelum pasukan Israel tiba. Ironisnya, saat tiba di lokasi, pasukan Israel justru menangkap tujuh orang dari keluarga korban.
Serangan oleh pemukim Israel di Tepi Barat meningkat drastis sejak perang genosida di Gaza dimulai pada 2023. Para kritikus menilai pemukim semakin berani karena komunitas internasional gagal menahan laju agresi Israel. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan, tahun ini saja rata-rata terjadi enam serangan pemukim terhadap warga Palestina atau properti mereka setiap harinya—angka tertinggi yang pernah tercatat.
Dalam perkembangan lain, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan 'keprihatinan mendalam' atas keputusan Israel yang memberikan status kota kepada permukiman ilegal Givat Ze'ev di Tepi Barat. Juru bicaranya, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa status administratif tersebut tidak mengubah status hukum Givat Ze'ev sebagai bagian dari wilayah Palestina yang diduduki. Semua permukiman Israel di Tepi Barat jelas melanggar hukum internasional.
Pada Juli 2024 lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan opini hukum yang memerintahkan Israel untuk mengakhiri pendudukan di wilayah Palestina 'secepat mungkin' dan menyatakan kehadiran mereka di sana tidak sah. Meski tidak mengikat secara hukum, putusan ini meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel.