Serangan udara yang dilancarkan kelompok Houthi kembali memanaskan konflik di perbatasan Yaman-Saudi. Dua bandara internasional milik Arab SaudiāBandara King Abdullah di Jazan dan Bandara Najranāmenjadi sasaran pada Senin malam waktu setempat. Otoritas Penerbangan Sipil Saudi mengonfirmasi insiden ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka ringan serta kerusakan material di fasilitas bandara.
Meski korban jiwa tidak jatuh, insiden ini memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan penerbangan sipil. Tim tanggap darurat dikerahkan segera setelah serangan untuk menangani dampak dan memastikan operasional bandara tetap aman bagi penumpang dan staf. Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jassim al-Budaiwi, menyebut serangan ini sebagai "eskalasi berbahaya" dan mendesak komunitas internasional mengambil sikap tegas. Kuwait turut mengecam aksi tersebut sebagai tindakan yang menargetkan warga sipil dan fasilitas ekonomi.
Serangan ini merupakan buntut dari intensifikasi pertempuran di Yaman. Koalisi pimpinan Saudi melaporkan telah menghancurkan platform peluncur rudal balistik di Sanaa serta fasilitas penyimpanan berisi 20 rudal balistik di Saada. Di sisi lain, pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang diakui internasional mengklaim telah merebut kembali kota pelabuhan Mocha di Laut Merah dan kini menguasai Selat Bab al-Mandeb yang strategis. Koalisi Saudi mengerahkan 100 jet tempur untuk mendukung operasi ini, sementara pasukan laut mereka melancarkan operasi di Hodeidah.
Dampak bagi masyarakat sipil sangat signifikan. Warga di wilayah perbatasan hidup dalam ancaman serangan udara yang bisa datang kapan saja, sementara akses transportasi udara menjadi tidak stabil. Harga kebutuhan pokok diperkirakan naik akibat gangguan jalur logistik. Masyarakat internasional diminta tidak hanya mengecam, tetapi juga mendorong dialog damai agar konflik tidak semakin meluas dan menelan lebih banyak korban sipil.