Jakarta - Yordania akhirnya mencatatkan sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Tim berjuluk Al-Nashama ini akan tampil di Amerika Utara pada 2026, setelah menunjukkan performa impresif di level Asia dan Arab.
Pelatih asal Maroko, Jamal Sellami, optimistis timnya bisa mengulang kejutan seperti yang dilakukan Maroko di Qatar 2022 lalu. "Banyak tim bisa mengejutkan di turnamen besar. Negara saya, Maroko, mencapai semifinal di Piala Dunia terakhir. Itu memberi kami keyakinan," ujarnya kepada Reuters saat pemusatan latihan di Antalya, Turki, akhir Maret lalu.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Yordania tampil gemilang dengan menjadi runner-up Piala Asia 2023 (kalah dari tuan rumah Qatar) dan runner-up Piala Arab 2025 (kalah 2-3 dari Maroko setelah perpanjangan waktu). Mereka juga mencetak 32 gol di kualifikasi Piala Dunia, rekor tertinggi sepanjang sejarah mereka.
Namun, ada kabar buruk. Striker andalan mereka, Yazan Alnemat, yang mencetak 8 gol di kualifikasi, harus absen karena cedera ACL. Pelatih Sellami mengakui kehilangan ini besar, tapi yakin ada pemain lain yang siap menggantikan. Ali Olwan, yang mencetak 9 gol di kualifikasi, menjadi kandidat kuat setelah pulih dari cedera.
Kapten Mousa Tamari tetap menjadi ancaman utama di lini depan. Dengan gaya main cepat dan transisi kilat, Yordania siap menjadi kuda hitam yang merepotkan lawan-lawannya di Piala Dunia nanti.
Analisis Dampak: Kehadiran Yordania menambah warna baru di Piala Dunia. Bagi sepak bola Asia, ini bukti bahwa persaingan semakin ketat. Namun, tanpa Alnemat, lini serang mereka kehilangan ketajaman. Jika Olwan dan Tamari bisa tampil maksimal, bukan tidak mungkin Yordania bisa lolos dari fase grup.