MARJANE SATRAPI, PENULIS PERSEPOLIS, TUTUP USIA - Berita Dunia
← Kembali

MARJANE SATRAPI, PENULIS PERSEPOLIS, TUTUP USIA

Foto Berita

Paris, Prancis — Dunia kehilangan salah satu suara paling berani dari Iran. Marjane Satrapi, penulis dan sutradara Prancis-Iran yang terkenal lewat novel grafis autobiografinya Persepolis, meninggal dunia pada usia 56 tahun. Kabar duka ini diumumkan langsung oleh kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kamis (19/6/2025).

Keluarga Satrapi, dalam pernyataan yang dikirim ke kantor berita AFP, mengungkapkan penyebab kepergiannya. Mereka mengatakan Satrapi meninggal karena 'kesedihan', hanya setahun setelah suaminya, Mattias Ripa, berpulang. 'Kehilangan ini meninggalkan luka besar bagi dunia seni dan kebebasan berekspresi,' tulis keluarga dalam pernyataannya.

Macron memberikan penghormatan khusus. Ia menyebut Satrapi sebagai 'sosok utama budaya Prancis' dan 'seniman yang mengabdikan diri pada kebebasan'. Karya-karyanya, kata Macron, membawa pesan universal yang membuatnya dikenal luas di kancah internasional.

Lahir di Rasht, Iran utara pada 1969, masa kecil Satrapi berubah drastis setelah Revolusi Islam Iran 1979. Saat ekstremisme meningkat, orang tuanya mengirimnya ke Austria pada 1983 untuk menyelesaikan pendidikan. Namun, rasa rindu kampung halaman membuatnya kembali ke Iran. Ia kemudian kuliah di Universitas Tehran dan meraih gelar di bidang komunikasi visual—fondasi awal perjalanan artistiknya.

Novel Persepolis yang hitam-putih itu pertama kali terbit pada 2000. Buku ini lahir dari pengalaman pahitnya selama revolusi dan perang Iran-Irak. Kisah pendewasaan seorang gadis pemberontak dengan orang tua intelektual ini dibalut dengan musik punk, kisah cinta, dan kritik sosial. 'Saya berasal dari negara di mana perempuan dianggap setengah harga dari laki-laki,' ujarnya pada Variety di 2007. 'Tapi saya tidak pernah merasa kurang hanya karena saya perempuan.'

Adaptasi film animasi Persepolis sukses besar. Film ini meraih Jury Prize di Festival Film Cannes 2007, Cesar Award untuk Film Pertama Terbaik, dan nominasi Oscar untuk Film Animasi Terbaik di 2008. 'Yang ingin kami katakan adalah, jika orang-orang ini menakutkan, lihatlah lebih dekat: mereka punya orang tua, punya kekasih, punya harapan, punya cerita,' katanya kepada AFP di Cannes.

Karya lain Satrapi termasuk Chicken with Plums, The Voices (dibintangi Ryan Reynolds), dan Radioactive (tentang Marie Curie).

Analisis Dampak: Kepergian Satrapi bukan hanya kehilangan bagi dunia seni, tapi juga simbol perlawanan. Penolakannya terhadap medali Legion of Honour Prancis pada 2024 menunjukkan sikap kritisnya. Ia menilai Prancis tidak cukup membantu perjuangan demokrasi di Iran. 'Mendukung revolusi perempuan di Iran tidak bisa direduksi hanya lewat foto atau pidato,' tulisnya. Warisan Satrapi adalah pengingat bahwa seni bisa menjadi senjata paling tajam melawan tirani.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook