Insiden mematikan kembali terjadi di perairan Laut Hitam. Otoritas Bulgaria resmi menghentikan operasi pencarian setelah memastikan tidak ada korban selamat dari kapal komersial yang tenggelam akibat serangan drone, Selasa (25/11) dini hari waktu setempat.
Serangan ini menghantam dua kapal dagang sekaligus. Satu kapal dilaporkan terbakar, sementara satu lainnya karam. Dari kapal yang terbakar, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 18 kru yang terdiri dari warga Turki dan India. Namun, nasib kru dari kapal yang tenggelam masih menjadi misteri. Berdasarkan data situs maritim Bulgaria, ada 10 orang di atas kapal nahas tersebut.
Kepala Pusat Koordinasi Pencarian dan Penyelamatan Maritim Bulgaria, Rumen Nikolov, menyatakan pencarian dihentikan pada Selasa malam karena tidak ada jejak para pelaut. "Yang ditemukan dari kapal yang tenggelam adalah satu perahu terbalik, tiga rakit penyelamat, dan puing-puing peralatan kapal," ujarnya.
Insiden ini terjadi sekitar 80 mil laut di sebelah timur kota pesisir Byala, di luar wilayah teritorial Bulgaria. Serangan drone terhadap pelayaran di Laut Hitam memang tengah meningkat tajam seiring memanasnya konflik Rusia-Ukraina. Sehari sebelumnya, sebuah kapal juga terbakar dan tenggelam di lepas pantai Rumania, menewaskan dua orang.
Perdana Menteri Bulgaria, Rumen Radev, mengecam keras serangan ini sebagai tindakan yang "sama sekali tidak dapat diterima". Uni Eropa melalui Ursula von der Leyen juga turut menyuarakan kecaman. Hingga kini, otoritas Bulgaria belum bisa memastikan asal-usul drone tersebut, sementara Ukraina menuding Rusia sebagai dalang di balik serangan beruntun ini.