New Delhi, India - Seorang tentara cadangan Israel yang tengah berlibur di Himachal Pradesh, India, mendadak jadi buruan. Sebuah LSM asal Belgia, Hind Rajab Foundation (HRF), resmi melaporkan Eitan Gilboa ke otoritas India pada Sabtu lalu. Mereka menuntut penangkapan segera atas dugaan keterlibatannya dalam perang genosida di Gaza.
HRF mengirimkan laporan investigasi lengkap ke Kepolisian India, Kementerian Luar Negeri, dan Biro Imigrasi. Dalam laporan itu, mereka menyertakan bukti berupa video geolokasi, unggahan media sosial, dan dokumentasi rantai komando. HRF menuduh Gilboa secara pribadi terlibat dalam pembongkaran sistematis seluruh blok perumahan di Gaza sebagai aksi balas dendam. Tindakan ini, menurut HRF, merupakan kejahatan perang berdasarkan Geneva Conventions Act 1960.
Yang membuat kasus ini unik, bukti utama justru berasal dari unggahan tentara Israel sendiri. Eitan Gilboa diketahui memposting video saat ia merobohkan bangunan sipil di Khan Younis dan Rafah. Video itu diunggah oleh ibunya ke berbagai platform media sosial dengan narasi bahwa aksi tersebut adalah bentuk retaliasi untuk menghormati tentara Israel yang gugur.
HRF sendiri bukan LSM sembarangan. Nama mereka diambil dari seorang bocah perempuan berusia lima tahun yang tewas di mobilnya di Gaza pada Januari 2024, setelah memohon pertolongan selama tiga jam. Sejak itu, HRF mengumpulkan pengacara dan aktivis global. Mereka sudah mengajukan lebih dari 1.000 kasus ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC), sebagian besar berbasis konten media sosial tentara Israel sendiri.
Analisis Dampak: Kasus ini membuka preseden baru. Jika India menangkap Gilboa, ini bisa menjadi ujian bagi hukum internasional. Biasanya, tentara asing yang berlibur jarang tersentuh hukum atas tindakan mereka di medan perang. Namun, dengan bukti digital yang kuat dan viral, tekanan publik bisa mengubah peta diplomasi. India, yang punya hubungan kompleks dengan Israel dan dunia Arab, kini berada di posisi sulit. Mereka harus memilih antara hubungan bilateral atau komitmen pada hukum perang internasional.