Dunia sastra internasional kembali mencatat sejarah baru. Akademi Swedia resmi menganugerahkan Nobel Prize in Literature 2026 kepada penyair sekaligus penulis asal Kanada, Anne Carson. Penghargaan bergengsi ini diberikan atas karya-karyanya yang dianggap berani, inovatif, dan mampu menciptakan bentuk-bentuk baru dalam kesusastraan kontemporer.
Perempuan berusia 76 tahun ini dikenal luas karena gaya penulisannya yang unik, sering kali membaurkan batas antara puisi dan fiksi. Sebagai seorang profesor klasik, Carson juga mendapat pujian karena kemampuannya menerjemahkan karya-karya kuno dari Yunani Klasik dengan sentuhan modern yang segar. Sepanjang kariernya, ia telah menulis lebih dari 20 buku, beberapa di antaranya telah diadaptasi menjadi pertunjukan teater.
Akademi Swedia menyebut bahwa hampir seluruh produksi sastra Carson berpusat pada persimpangan antara obsesi seorang filolog terhadap kata-kata dan hasrat seorang penyair akan makna baru. Karya-karyanya yang paling terkenal antara lain The Beauty of the Husband, sebuah puisi naratif yang menyentuh tentang pernikahan yang gagal, serta The Trojan Women yang diterbitkan pada 2021 sebagai penceritaan ulang grafis dari kisah kuno Euripides dengan bahasa vernakular modern.
Momen pengumuman hadiah senilai 12 juta krona Swedia atau sekitar 1,2 juta dolar AS ini berlangsung cukup menarik. Sekretaris tetap Akademi Swedia, Ingrid Carlberg, mengungkapkan bahwa Carson sangat terkejut dengan kabar tersebut. Saat dihubungi, Carson sedang berada di Islandia dan hanya sempat mengatakan bahwa ia sedang mendengarkan suara angin. Reaksi spontan Carson kepada penyiar Islandia, RUV, juga mencerminkan keterkejutannya. Ia bahkan menyebut situasi ini sebagai hal yang gila.
Lahir di Toronto, Carson memang memiliki kedekatan khusus dengan Islandia, di mana ia juga memegang kewarganegaraan. Pada Agustus 2024, ia sempat mengungkapkan melalui London Review of Books bahwa dirinya sedang hidup dengan penyakit Parkinson. Terlepas dari kondisi tersebut, karya-karyanya terus menginspirasi dan mempengaruhi dunia sastra global.
Nobel Sastra merupakan penghargaan internasional paling prestisius di bidangnya. Tahun lalu, hadiah ini diraih oleh penulis Hungaria, Laszlo Krasznahorkai. Penghargaan yang didirikan atas wasiat Alfred Nobel ini telah diberikan sejak 1901 untuk pencapaian di bidang sastra, ilmu pengetahuan, dan perdamaian. Pengumuman tahun ini menempatkan sastra sebagai kategori keempat yang diumumkan, setelah kedokteran, fisika, dan kimia, dengan pemenang perdamaian dijadwalkan diumumkan di Oslo pada Jumat mendatang.