Sanaa, Yaman – Ketegangan di Ibu Kota Yaman, Sanaa, kembali memanas. Sejak pemerintah Yaman yang diakui internasional mengumumkan operasi militer baru bertajuk Operation Dawn of Yemen, serangan udara bertubi-tubi menghantam kota yang sebelumnya relatif tenang sejak gencatan senjata 2023.
Operasi ini bertujuan merebut kembali Sanaa dari cengkeraman kelompok Houthi yang telah menguasai kota sejak September 2014. Karena pasukan darat pemerintah masih jauh dari pusat kota dan masih terjebak pertempuran di Taiz serta pesisir barat, jalur udara menjadi satu-satunya opsi. Sayangnya, strategi ini memakan korban dari pihak sipil.
Insiden terbaru terjadi pada Senin lalu di area Sa'wan, Sanaa. Sebuah serangan udara dilaporkan menewaskan seorang anak dan melukai tujuh warga sipil lainnya. Warga lokal, Ghamadan Abood (30), mengaku rasa amannya sirna. "Kapan pun dan di mana pun, serangan udara bisa terjadi," ujarnya cemas.
Pemerintah Yaman berjanji akan terus menggempur hingga target tercapai. Namun, bayang-bayang Operation Decisive Storm tahun 2015—yang menewaskan ratusan warga sipil—kini kembali menghantui. Warga Sanaa kini pasrah, takut kota mereka yang jauh dari garis depan akan berubah menjadi zona perang mematikan lagi.