TELUK MEMANAS! PUSAT ENERGI KRITIS DISERBU, KORBAN BERJATUHAN! - Berita Dunia
← Kembali

TELUK MEMANAS! PUSAT ENERGI KRITIS DISERBU, KORBAN BERJATUHAN!

Foto Berita

Situasi di kawasan Teluk tak ada habisnya bikin deg-degan. Di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang sudah berlangsung 35 hari, sejumlah negara tetangga malah jadi sasaran empuk serangan rudal dan drone. Fasilitas-fasilitas krusial seperti kilang minyak, pabrik desalinasi air, hingga pusat data di Kuwait dan Uni Emirat Arab dilaporkan jadi korban.

Di Kuwait, ketegangan terasa paling nyata. Sebuah pabrik listrik dan desalinasi air dihantam serangan pada Jumat siang waktu setempat. Belum jelas seberapa parah kerusakannya. Ini terjadi beberapa jam setelah kilang minyak Mina al-Ahmadi jadi target serangan drone di pagi harinya. Kantor berita KUNA melaporkan, serangan itu memicu kebakaran di beberapa unit operasional. Untungnya, tidak ada karyawan yang terluka.

Tapi, ini bukan yang pertama kali. Menurut Malik Traina dari Al Jazeera, ini sudah kali ketiga kilang minyak tersebut diserang. Seluruh warga Kuwait kini siaga tinggi. Kilang Mina al-Ahmadi sendiri adalah salah satu yang terbesar di Timur Tengah dan sangat penting buat konsumsi lokal. Apalagi, Kuwait cuma berjarak 80 kilometer dari pesisir Iran, membuatnya jadi sasaran yang paling mudah.

Sebelumnya, pada 30 Maret, seorang warga negara India bahkan tewas setelah pabrik listrik dan desalinasi di Kuwait juga dihantam. Meski begitu, Iran membantah bertanggung jawab dan malah menuding Israel sebagai pelaku. Serangan rudal dan drone dari musuh juga memicu sirene dan ledakan di udara di berbagai penjuru Kuwait pada Jumat, menandakan ada upaya pencegatan rudal.

Tak hanya Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA) juga merasakan dampaknya. Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi mereka sedang berjibaku menghadapi gelombang baru serangan rudal dan drone dari Iran. Pecahan proyektil yang berhasil dicegat bahkan menyebabkan kebakaran di fasilitas gas Habshan, kompleks pemrosesan gas besar di Abu Dhabi, sampai operasinya harus dihentikan sementara.

Data menunjukkan betapa masifnya serangan ini. Hanya pada hari Kamis lalu, pertahanan udara UEA berhasil mencegat 19 rudal balistik dan 26 drone. Ini hanyalah sebagian kecil dari ratusan rudal dan ribuan drone yang diduga Iran luncurkan sejak perang dimulai. Dampaknya juga tak main-main: setidaknya dua personel militer tewas dan 191 orang dari berbagai negara terluka akibat serangan sebelumnya di UEA. Tak ketinggalan, pusat data Oracle dan Amazon Web Services di UEA juga disebut-sebut jadi target.

Arab Saudi juga melaporkan berhasil menghancurkan sebuah drone di wilayah udaranya semalam. Sementara itu, Bahrain sempat tiga kali membunyikan alarm rudal.

Situasi ini jelas memicu kekhawatiran serius. Negara-negara Teluk, termasuk Kuwait dan UEA, sangat bergantung pada air hasil desalinasi. Serangan ke fasilitas vital ini bukan cuma mengancam pasokan energi dan air, tapi juga stabilitas ekonomi dan keamanan regional. Iran sendiri diduga ingin menekan perusahaan teknologi besar AS di Teluk, seiring dengan berlanjutnya serangan terhadap wilayahnya. Ini bukan lagi sekadar konflik di garis depan, tapi sudah merembet ke 'peperangan' yang mengancam kehidupan sehari-hari masyarakat dan infrastruktur krusial di seluruh kawasan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook