KEADILAN TERHADAP MILITER INGGRIS DI KENYA - Berita Dunia
← Kembali

KEADILAN TERHADAP MILITER INGGRIS DI KENYA

Foto Berita

Selama puluhan tahun, warga sipil di Kenya utara hidup dalam bayang-bayang kekerasan yang diduga dilakukan oleh tentara Inggris yang berlatih di wilayah mereka. Kisah tragis Noldonyo Piro menjadi salah satu bukti kelamnya. Pada pertengahan 1990-an, saat masih remaja, Piro dan saudara perempuannya, Mantoi, yang sedang hamil, diserang saat menggembalakan ternak. Piro mengalami kekerasan seksual dan tulang lengannya patah, sementara Mantoi tewas dengan tubuh penuh darah. Keluarga mereka tidak melapor karena tidak ada akses ke polisi dan takut akan intimidasi.

Selama bertahun-tahun, kasus-kasus serupa tidak pernah sampai ke meja hijau karena adanya klaim imunitas yang melindungi personel militer Inggris dari tuntutan hukum di Kenya. Kini, para penyintas dan keluarga korban kembali menuntut akuntabilitas. Mereka menantang kekebalan hukum yang selama ini menjadi tameng, berharap keadilan akhirnya ditegakkan. Kasus ini membuka kembali luka lama dan menyoroti perlunya transparansi serta pengawasan terhadap operasi militer asing di wilayah tersebut.

Dampaknya bagi masyarakat setempat sangat besar. Selain trauma berkepanjangan, keberadaan basis latihan militer Inggris juga sering dikaitkan dengan peningkatan kasus kekerasan dan eksploitasi. Jika tuntutan ini berhasil, bisa menjadi preseden penting bagi negara-negara lain yang memiliki perjanjian serupa dengan Inggris. Informasi tambahan dari media lain menyebutkan bahwa pemerintah Kenya dan Inggris pernah menandatangani perjanjian pertahanan yang mengatur latihan bersama, namun tidak secara eksplisit mengatur pertanggungjawaban pidana bagi pelanggaran yang dilakukan tentara Inggris. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Pertahanan Inggris terkait kasus ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook