Krisis kemanusiaan di Kota Taiz, Yaman, semakin memburuk. Pemerintah Yaman yang diakui internasional memperingatkan bahwa layanan medis di kota yang terkepung tersebut berada di ambang kehancuran total. Pasalnya, stok bahan bakar, obat-obatan, dan perlengkapan medis dilaporkan menipis secara drastis akibat blokade ketat yang dilakukan oleh kelompok Houthi.
Kementerian Kesehatan Yaman menyatakan bahwa fasilitas kesehatan di Taiz sudah sangat kritis. Jika situasi ini terus berlanjut, layanan gawat darurat, operasi bedah, perawatan intensif, dialisis, hingga perawatan bayi baru lahir terpaksa harus dihentikan. Hal ini tentu menempatkan pasien, korban luka, ibu hamil, dan bayi yang baru lahir dalam risiko kematian yang sangat nyata.
Selain itu, kelangkaan bahan bakar juga mengancam pasokan listrik untuk rumah sakit, operasional ambulans, dan sistem pendingin (cold chain) yang vital untuk menjaga kualitas vaksin dan obat-obatan. Kementerian pun mendesak agar blokade segera dicabut dan jalur pasokan dibuka kembali dengan jaminan keselamatan bagi tenaga medis dan pasien.
Dampak dari blokade ini sangat terasa di masyarakat. Harga bahan bakar di pasar gelap melonjak tajam; satu jeriken bensin 20 liter yang biasanya dijual seharga 30.000 Riyal Yaman (sekitar Rp1,9 juta) kini melesat menjadi 90.000 Riyal (sekitar Rp5,8 juta). Kondisi ini diperparah dengan adanya sekitar 200.000 warga yang baru saja mengungsi, sementara total penduduk di area yang dikuasai pemerintah mencapai 2,8 juta jiwa. Situasi ini digambarkan jauh lebih parah dibandingkan blokade tahun 2015 silam.