Ciudad Juarez, Meksiko — Sebuah keputusan kontroversial baru saja diambil oleh pengadilan Meksiko terkait tragedi mematikan di pusat detensi imigrasi Ciudad Juarez. Hakim Victor Manlio Hernandez Calderon resmi menghentikan kasus hukum terhadap Francisco Garduno, mantan kepala Institut Migrasi Nasional (INM), yang sebelumnya didakwa atas kelalaian berat dalam insiden kebakaran tahun 2023.
Dalam peristiwa nahas yang terjadi pada Maret 2023 tersebut, sebanyak 40 migran tewas dan 30 lainnya luka-luka. Rekaman CCTV saat itu menunjukkan fakta memilukan: petugas keamanan membiarkan para korban yang terkurung dalam sel penuh asap tanpa membuka pintu darurat, meskipun terdengar teriakan minta tolong. Insiden ini tercatat sebagai tragedi terburuk dalam sejarah sistem detensi imigrasi Meksiko.
Hakim Calderon beralasan bahwa Garduno telah memenuhi serangkaian tindakan yang diperintahkan pengadilan sebelumnya, seperti kompensasi dan pelatihan HAM. Namun, keputusan ini langsung menuai kecaman keras dari kelompok korban dan organisasi hak asasi manusia. Mereka menilai langkah ini sebagai bentuk 'keadilan yang selektif' dan upaya melindungi pejabat dari tanggung jawab pidana.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat luas, khususnya komunitas migran, putusan ini memicu kekhawatiran mendalam tentang impunitas hukum di Meksiko. Yayasan Keadilan (Foundation for Justice) menyatakan bahwa keputusan ini mengabaikan hak korban atas reparasi yang layak dan jaminan agar kejadian serupa tidak terulang. Kuasa hukum korban, Miguel Zenteno, menegaskan bahwa pihaknya akan mengajukan banding, dan menyoroti bahwa dana kompensasi yang diberikan justru berasal dari kas negara (INM), bukan dari kantong pribadi Garduno, sehingga dianggap tidak memenuhi rasa keadilan.