PALESTINA DI LEBANON KIAN TERHIMPIT - Berita Dunia
← Kembali

PALESTINA DI LEBANON KIAN TERHIMPIT

Foto Berita

Kondisi hidup pengungsi Palestina di Lebanon semakin sulit. Osama Najjar, pengungsi di kamp Beddawi, Tripoli, terpaksa menutup tokonya pada awal 2024 karena tak sanggup menahan lonjakan inflasi dan biaya energi. Padahal, berdagang adalah salah satu jalur ekonomi utama bagi mereka.

Palestina di Lebanon memang menghadapi pembatasan struktural. Mereka dilarang bekerja di sejumlah profesi seperti kedokteran, hukum, teknik, dan farmasi. Berbagai pelonggaran aturan yang dikeluarkan sejak 2010 hingga dekrit 2021 dinilai para ahli hanya di atas kertas, implementasinya minim dan kerap menuai reaksi politik.

Data UNRWA mencatat sekitar 222.000 pengungsi Palestina tinggal di 12 kamp resmi di Lebanon per Februari 2025. Akar persoalannya panjang, sejak Nakba 1948 ketika sekitar 100.000 warga Palestina mengungsi ke Lebanon. Kini, dengan ekonomi Lebanon yang ambruk, komunitas paling rentan ini menanggung beban paling berat.

Analisis dampak: Penutupan usaha kecil seperti yang dialami Najjar memicu efek domino, yakni hilangnya pendapatan keluarga, meningkatnya ketergantungan pada bantuan UNRWA yang dananya juga kian terbatas, serta naiknya risiko kemiskinan multidimensi di dalam kamp. Tanpa reformasi hukum yang benar-benar dijalankan, mobilitas ekonomi pengungsi Palestina akan tetap terkunci, dan ketegangan sosial dengan warga lokal Lebanon berpotensi menguat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook