St. Petersburg, Rusia – Momen dramatis mewarnai gelaran Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2026. Di tengah panggung yang diisi oleh pesulap berkostum tokoh jahat Rusia, Koshchei the Deathless, serangan drone justru datang dari Ukraina dan mengubah langit kota menjadi kepulan asap hitam pekat.
Serangan terjadi pada hari pembukaan dan penutupan forum. Otoritas setempat mengakui drone tersebut merusak 'infrastruktur' tanpa menyebut target spesifik. Namun, semua delegasi yang tiba di pusat pameran menyaksikan langsung kolom asap besar yang mendominasi cakrawala St. Petersburg pada Rabu lalu.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, langsung merespons dengan menerbitkan surat terbuka untuk Vladimir Putin. Ia menantang pemimpin Kremlin tersebut untuk bertemu di negara netral dan membahas perdamaian. Namun, respons Putin keras. Ia menolak tawaran tersebut, menyebut nada surat itu 'kasar', dan malah memerintahkan tentaranya di garis depan untuk terus bertempur.
Dalam pidato di forum, Putin mencoba tampil percaya diri. Ia mengklaim ekonomi Rusia stabil di tengah perang dan sanksi. Namun, kenyataan di luar gedung kongres berkata lain: kerugian besar di medan perang dan drone Ukraina yang kini mampu menembus jauh ke dalam wilayah Rusia.
Analisis Dampak: Aksi ini menunjukkan eskalasi signifikan dalam perang Rusia-Ukraina. Serangan langsung ke St. Petersburg, kota bersejarah dan pusat ekonomi Rusia, membuktikan bahwa Ukraina kini memiliki kapasitas untuk mengancam simbol kekuasaan dan infrastruktur vital Rusia. Ini mematahkan narasi Kremlin yang selama ini mengklaim perang tidak berdampak pada kehidupan domestik Rusia. Dari sisi geopolitik, langkah ini bisa memicu respons militer yang lebih brutal dari Rusia, atau justru membuka celah negosiasi di bawah tekanan publik domestik Rusia yang mulai resah.