STUDI: KELUARGA KERAJAAN BELANDA UNTUNG BESAR DARI KOLONIALISME - Berita Dunia
← Kembali

STUDI: KELUARGA KERAJAAN BELANDA UNTUNG BESAR DARI KOLONIALISME

Foto Berita

DEN HAAG - Sebuah studi sejarah mendalam mengungkap fakta mengejutkan bahwa Keluarga Kerajaan Belanda (House of Orange-Nassau) mendapatkan keuntungan besar dari kebijakan kolonialisme selama berabad-abad dan turut berperan dalam kelangsungan perdagangan budak. Penelitian yang dilakukan Universitas Leiden selama tiga tahun ini menemukan bahwa keluarga kerajaan secara aktif mendukung kolonialisme, meskipun jarang menentukan kebijakan secara langsung.

Penelitian yang mencakup periode 1600 hingga saat ini menyimpulkan bahwa tanggung jawab keluarga kerajaan terhadap perdagangan budak tidak dapat disangkal. Meski keuntungan dari perdagangan budak langsung terbilang kecil, keluarga kerajaan meraup untung besar dari sistem kolonial di Hindia Belanda (kini Indonesia). Pada abad ke-19 saja, keuntungan yang diakumulasi mencapai sekitar 650 juta dolar AS dalam nilai modern.

Raja Willem-Alexander mengaku tersentuh dan terpukul oleh kesimpulan studi tersebut. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa dampak kolonialisme dan perbudakan masih terasa hingga hari ini, terutama dalam bentuk diskriminasi dan eksploitasi ekonomi. Pernyataan ini memperkuat seruan untuk mendiskusikan kembali kompensasi atau reparasi bagi negara-negara yang terdampak.

Pemerintah Belanda sebelumnya telah meminta maaf atas perannya dalam perbudakan transatlantik pada 2022, disusul permintaan maaf Raja pada 2023. Namun, janji reparasi masih menjadi perdebatan. Pemerintah lebih memilih membentuk dana 200 juta euro untuk inisiatif sosial, yang dianggap tidak cukup oleh para aktivis anti-rasisme. Temuan studi ini diprediksi akan memanaskan kembali debat mengenai tanggung jawab finansial dan moral Belanda terhadap masa lalunya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook