Yerusalem – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan langkah tak biasa di menit-menit akhir pemilu. Ia turun langsung ke pusat perbelanjaan dengan megafon, memohon dukungan bagi partai Likud.
"Kalau kalian tidak keluar dan memilih, kita akan kalah," seru Netanyahu kepada para pemilih, seperti dikutip Al Jazeera. Seruan ini muncul saat Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih tertinggi dalam 50 tahun terakhir.
Analisis Dampak: Aksi kampanye darurat ini menunjukkan tingkat kecemasan tinggi di kubu Likud. Meski turnout melonjak, lonjakan partisipasi tidak otomatis menguntungkan petahana. Di banyak negara, tingginya angka pemilih sering kali menjadi sinyal kuat bagi kelompok oposisi yang menginginkan perubahan. Bagi masyarakat Israel, pemilu ini menjadi ujian polarisasi politik yang semakin tajam, di mana isu keamanan dan stabilitas pemerintahan menjadi taruhan utama.
Konteks Tambahan: Data dari media internasional menyebutkan bahwa lonjakan partisipasi ini didorong oleh mobilisasi besar-besaran di kedua kubu, baik pendukung maupun penentang Netanyahu. Situasi ini menciptakan ketegangan tersendiri karena hasil pemilu diprediksi akan sangat ketat dan berpotensi memicu negosiasi koalisi yang alot.