NEW DELHI - Aksi protes besar-besaran mewarnai dunia politik India. Ratusan anggota parlemen oposisi, termasuk tokoh sentral Rahul Gandhi, diamankan polisi saat mencoba melakukan long march ke markas Komisi Pemilihan Umum (KPU) India pada Selasa (30/9).
Massa yang tergabung dalam berbagai partai oposisi ini menuntut pengunduran diri Komisioner Pemilihan Umum Kepala (CEC) Gyanesh Kumar. Mereka menuduh Kumar melakukan manipulasi data pemilih yang berpotensi menguntungkan partai berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP).
Insiden penangkapan terjadi saat rombongan mencoba menerobos barikade polisi. Rahul Gandhi, bersama adiknya Priyanka, terlihat digiring masuk ke dalam bus polisi. Meski sempat ditahan, mereka langsung dibebaskan dan melanjutkan aksi duduk (sit-in) di depan kantor KPU.
Polisi Delhi tidak menyebutkan jumlah pasti yang ditahan, namun pihak oposisi mengklaim ada 237 MP yang terlibat dalam aksi tersebut. Mereka menolak tuduhan BJP dan KPU yang menyebut revisi daftar pemilih ini bertujuan murni untuk membersihkan data ganda dan pemilih tidak sah.
Isu ini memanas setelah laporan media Indian Express mengungkap adanya keberatan internal dari dua komisioner KPU lainnya terkait transparansi keputusan Kumar. Situasi ini diperkirakan akan memanas menjelang pemilu, dengan kelompok satir daring 'Cockroach Janta Party' berencana menggelar demo susulan pada 10 Oktober mendatang.