Keluarga korban tewas dalam kebakaran hutan dahsyat di Spanyol menuntut jawaban dan keadilan. Sebanyak 15 orang meninggal dalam insiden yang melanda desa perbukitan Bédar, Almería, pada 9 Juli lalu, termasuk sembilan warga negara Inggris.
Puncak kekecewaan keluarga korban terjadi setelah partai berkuasa People's Party (PP) dan partai sayap kanan Vox di parlemen Andalusia memblokir permintaan penyelidikan resmi yang diajukan oleh Partai Sosialis oposisi. Alasan mereka, investigasi kriminal yang sedang berjalan dianggap cukup untuk menjawab semua pertanyaan.
Duncan Chard, yang kehilangan ayahnya Michael dan pasangan ayahnya Christine, menyuarakan kemarahannya. Ia menyalahkan kegagalan otoritas, terutama keputusan untuk tidak mengirimkan peringatan darurat ke ponsel warga saat api mendekat. "Jika peringatan evakuasi itu datang tepat waktu, ayah saya mungkin masih hidup," ujarnya.
Pemerintah Andalusia beralasan sistem peringatan tidak digunakan karena tidak bisa disesuaikan dengan komunitas tertentu dan khawatir memicu kepanikan. Namun, keluarga korban menolak alasan tersebut. Mereka menuntut penyelidikan publik yang transparan, tidak hanya untuk mencari jawaban, tetapi juga untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang. Kasus ini menyoroti pentingnya sistem peringatan dini dan respons cepat dalam situasi darurat bencana.