Max Verstappen akhirnya memecahkan kutukan di Singapura. Pembalap Red Bull itu memenangkan sprint race Grand Prix Singapura yang diguyur hujan deras, Sabtu (21/9/2025). Ini menjadi kemenangan pertamanya di Marina Bay Street Circuit, sekaligus menegaskan dominasinya di lintasan basah.
Balapan sempat tertunda 30 menit karena hujan lebat. George Russell yang memulai balapan dari posisi kedua langsung mengambil alih pimpinan di tikungan pertama. Namun, kejayaan Mercedes itu hanya seumur jagung. Russell kehilangan kendali atas mobilnya setelah melewati garis putih licin di tikungan terakhir lap pembuka. Ia menghantam dinding pit lane, memicu safety car, dan harus rela start dari posisi belakang di balapan utama Minggu karena penalti mesin.
"Itu kesalahan bodoh. Konsekuensinya besar," aku Russell kepada Sky Sports.
Verstappen yang kembali memimpin mampu menjaga jarak dari Lewis Hamilton. Pembalap Ferrari itu tampil impresif dengan menyalip Charles Leclerc dan duo McLaren dari posisi keenam. Verstappen finis 2,50 detik di depan Hamilton, sementara Leclerc melengkapi podium.
Drama tak berhenti di situ. Di lap terakhir, Lando Norris dan Oscar Piastri bersenggolan. Insiden "papaya spat" ini membuat keduanya berputar. Kimi Antonelli yang menjadi korban keberuntungan menyalip keduanya dan finis keempat. Norris masih bisa melanjutkan balapan dan finis kedelapan, mengamankan poin terakhir.
Analisis Dampak: Kemenangan Verstappen di trek basah menunjukkan kelasnya sebagai pembalap yang mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem. Sementara itu, insiden Russell dan bentrokan internal McLaren menjadi pengingat keras bahwa sprint race di sirkuit jalanan seperti Marina Bay sangat rentan terhadap kesalahan kecil yang berujung fatal. Bagi masyarakat Singapura dan penggemar F1, balapan ini menyajikan tontonan mendebarkan yang membuktikan bahwa hujan dan sirkuit sempit adalah kombinasi mematikan yang menguntungkan pembalap berpengalaman seperti Verstappen.