Kemarahan pelajar di Prancis memuncak. Ratusan orang ditangkap dan puluhan lainnya luka-luka akibat aksi protes yang meluas menentang kelas penuh sesak dan kekurangan guru. Demo yang awalnya meletus di Paris pekan lalu kini menyebar cepat ke berbagai kota besar seperti Dijon, Lyon, Strasbourg, Lille, hingga Marseille. Para remaja ini memblokade sekolah mereka selama berhari-hari sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem pendidikan yang dinilai gagal.
Dampak dari aksi ini sangat terasa bagi masyarakat. Aktivitas belajar mengajar lumpuh total di wilayah terdampak, memaksa orang tua mencari alternatif pengasuhan anak di tengah kesibukan kerja. Selain itu, blokade jalan menuju sekolah seringkali menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar area demonstrasi. Pemerintah setempat kini berada di bawah tekanan besar untuk segera mengevaluasi kebijakan anggaran pendidikan dan mencari solusi konkret sebelum situasi semakin sulit dikendalikan.