Serangan udara tanpa awak (drone) yang dilancarkan pasukan paramiliter Sudan, Rapid Support Forces (RSF), dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 41 orang di wilayah Blue Nile, dekat perbatasan Ethiopia. Insiden ini terjadi pada hari Jumat dan menyasar sebuah kamp pengungsian di area Abu Shandi.
Kelompok hak asasi manusia, Emergency Lawyers, mengonfirmasi jumlah korban tewas tersebut. Sementara itu, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan pihaknya sangat terkejut dengan laporan yang mengerikan ini. Berdasarkan informasi awal, mayoritas korban yang jatuh adalah perempuan dan anak-anak.
Konflik antara Tentara Sudan dan RSF memang telah berlangsung sejak 2023. Perang saudara ini telah menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan lebih dari 14 juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. OCHA mencatat bahwa area yang diserang baru-baru ini telah berada di bawah serangan terus-menerus selama beberapa minggu terakhir, yang menyebabkan ribuan warga sipil mengungsi dan semakin rentan terhadap bahaya.