Hasil pemilu sela (midterms) di Amerika Serikat menunjukkan pergeseran lanskap politik yang signifikan. Partai Republik mulai saling tunjuk hidung atas kekalahan mereka, dengan Wakil Presiden JD Vance secara terbuka menyalahkan kebijakan luar negeri pemerintahan Trump yang dinilai semakin tidak populer di mata pemilih.
Poin utama dari kekalahan ini adalah kemarahan publik terhadap perang melawan Iran yang memicu lonjakan harga bahan bakar dan biaya besar. Namun, isu yang paling menyentuh hati masyarakat adalah keterlibatan AS dalam pendanaan genosida di Gaza dan pendudukan Lebanon selatan. Pemilih yang beralih partai menuntut perubahan fundamental dalam hubungan Washington dengan Israel, serta kembalinya kebijakan 'America First' yang fokus pada kesejahteraan dalam negeri.
Analisis dampak bagi masyarakat menunjukkan bahwa isu ekonomi dan kemanusiaan kini saling terkait erat. Kemenangan mengejutkan Abdul El-Sayed di Senat AS, yang didukung oleh sentimen anti-genosida meski mendapat tentangan keras dari lobi pro-Israel AIPAC, membuktikan bahwa sikap kritis terhadap Israel kini menjadi magnet suara. Ini menandakan retakan dalam aliansi politik yang selama ini solid, memaksa politisi untuk mendengarkan aspirasi rakyat yang menolak uang pajak mereka digunakan untuk mesin perang.