Meksiko kini jadi sorotan dunia setelah gelombang kekerasan bersenjata meledak di berbagai wilayah, memicu kekhawatiran besar jelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026. Insiden ini terjadi hanya empat bulan sebelum negara tersebut menjadi salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada. Apa yang sebenarnya terjadi?
Kekerasan ini dipicu tewasnya Nemesio “El Mencho” Oseguera, pemimpin kartel narkoba kuat Jalisco New Generation Cartel (CJNG). Pasca-kematiannya, anggota kartel mengamuk, memblokir jalan, membakar puluhan kendaraan dan bisnis di 20 dari 32 negara bagian Meksiko, terutama di kota Guadalajara. Bentrokan sengit antara pasukan keamanan dan kartel mengakibatkan setidaknya 74 orang tewas, meskipun pemerintah mengklaim hanya satu korban sipil. Namun, warga sipil dan turis di lokasi seperti Puerto Vallarta merasa seperti berada di "zona perang", ketakutan mencari perlindungan.
Situasi genting ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan Piala Dunia 2026. Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam komentarnya pasca-kekerasan, justru menyatakan "sangat yakin" dan menegaskan semua akan berjalan "spektakuler". Demikian pula Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan pelatih timnas Meksiko Javier Aguirre yang meyakinkan bahwa tidak ada risiko bagi penggemar dan situasi berangsur normal.
Namun, optimisme ini tidak diamini semua pihak. Federasi Sepak Bola Portugal misalnya, menyatakan keraguan untuk tetap menggelar pertandingan persahabatan di Mexico City pada 29 Maret mendatang. Mereka "memantau ketat situasi genting di Meksiko" dan menjadikan keamanan pemain, pelatih, serta suporter sebagai prioritas utama. Ini menunjukkan adanya keraguan dari dunia internasional yang bertolak belakang dengan jaminan pemerintah dan FIFA.
Guadalajara, yang merupakan ibu kota negara bagian Jalisco dan menjadi pusat kekerasan, dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan fase grup Piala Dunia. Selain itu, Mexico City dan Monterrey juga akan menjadi lokasi pertandingan. Beruntungnya, dua kota terakhir ini sejauh ini tidak terdampak kekerasan yang terbaru. Meskipun demikian, citra Meksiko sebagai tuan rumah telah tercoreng, dan pertanyaan tentang kesiapan serta keamanan negara ini akan terus membayangi hingga turnamen dimulai.