Washington DC - Partai Demokrat berhasil menyapu bersih kemenangan di Pemilu Parlemen Amerika Serikat (AS) dengan mengamankan kursi di DPR dan Senat. Dari total 435 kursi DPR yang diperebutkan, Demokrat unggul signifikan. Sementara di Senat, dari 35 kursi yang dipertandingkan, Demokrat juga mencatatkan hasil positif, meski 65 kursi lainnya tidak masuk dalam kontestasi tahun ini.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Kanada. Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, bahkan menyebutnya sebagai 'kemenangan bagi Kanada'. Pasalnya, isu tarif impor (bea masuk) yang dikenakan pemerintahan Donald Trump terhadap Kanada menjadi faktor penentu di negara bagian seperti Michigan dan Maine. Di Maine, Senator petahana dari Partai Republik, Susan Collins, yang sempat melobi penghapusan tarif untuk produk lokal, harus rela kalah dari kandidat Demokrat, Troy Jackson. Hal serupa terjadi di Michigan, di mana industri otomotifnya sangat terikat dengan Kanada, kandidat Demokrat Abdul El-Sayed mengalahkan Mike Rogers.
Bagi masyarakat AS sendiri, isu keterjangkauan harga menjadi kekhawatiran utama. Survei Cato Institute pada September lalu menunjukkan sekitar 75% warga meyakini tarif telah menaikkan harga barang. Meski begitu, kendali Demokrat di Kongres belum tentu serta-merta mencabut tarif Kanada. Sebab, kebijakan tarif Trump banyak dikeluarkan melalui perintah eksekutif tanpa persetujuan Kongres, dan Trump masih memiliki hak veto untuk menolak undang-undang dari Kongres.