TRUMP TUTUP KENNEDY CENTER 2 TAHUN, ADA AGENDA APA? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP TUTUP KENNEDY CENTER 2 TAHUN, ADA AGENDA APA?

Foto Berita

Gebrakan mengejutkan datang dari Washington D.C.! Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan penutupan John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts selama dua tahun penuh, mulai 4 Juli mendatang. Alasan resminya adalah renovasi besar-besaran, namun keputusan ini tak pelak memicu banyak pertanyaan, mengingat serangkaian kontroversi yang melingkupi pusat seni ikonik ini sejak Trump mengambil alih kepemimpinan.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social miliknya pada Minggu (waktu setempat). Ia menyatakan bahwa penutupan total adalah cara tercepat dan terbaik untuk mengangkat 'The Trump Kennedy Center' – sebutan baru yang ia berikan – ke level tertinggi dalam hal kesuksesan, keindahan, dan kemegahan. Penutupan yang bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 AS itu disebut akan menghasilkan kualitas renovasi yang jauh lebih baik dan cepat, tanpa gangguan dari berbagai pertunjukan seni yang biasa digelar di sana, mulai dari konser, opera, musikal, hingga balet.

Namun, di balik narasi ambisius ini, ada latar belakang yang lebih kompleks. Keputusan Trump muncul setelah gelombang pembatalan penampilan dari berbagai seniman dan grup terkemuka. Sejak Trump mengambil alih posisi ketua dewan dan menambahkan namanya pada kompleks bersejarah ini, banyak insan seni memilih mundur sebagai bentuk protes terhadap kebijakan dan kepemimpinannya. Nama-nama besar seperti produser musikal pemenang penghargaan Hamilton, soprano internasional Renee Fleming, hingga komposer Philip Glass terang-terangan menarik diri. Bahkan, Washington National Opera pun memutuskan untuk hengkang dari Kennedy Center, rumah mereka sejak dibuka.

Trump sendiri sebelumnya melontarkan kritik pedas, menyebut beberapa program pusat seni yang tadinya non-partisan ini terlalu 'woke' atau progresif. Ironisnya, di tengah kontroversi itu, Kennedy Center justru baru saja menjadi tuan rumah premiere film dokumenter Ibu Negara Melania Trump, yang meski mencetak rekor box office akhir pekan, menuai banyak ulasan negatif dari kritikus film.

Penutupan ini, meski diklaim untuk renovasi, bisa jadi merupakan upaya 'rebranding' total oleh Trump, baik secara fisik maupun ideologis. Publik dan para pegiat seni tentu akan menantikan, seperti apa wajah 'The Trump Kennedy Center' setelah dua tahun sunyi. Apakah ini akan menjadi lompatan besar atau justru babak baru dalam politisasi seni di Amerika Serikat?


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook