GURU HEROIK LAYANG HP, AYAH TEMBAK MATI PENEMBAK - Berita Dunia
← Kembali

GURU HEROIK LAYANG HP, AYAH TEMBAK MATI PENEMBAK

Foto Berita

Insiden penembakan tragis kembali mengguncang Amerika Serikat, tepatnya di Silver Rail Elementary School, Oregon. Seorang remaja berusia 16 tahun, Griffin J. John II, tewas setelah melancarkan aksi brutal yang menewaskan tiga anak dan seorang guru. Polisi mengungkapkan bahwa pelaku merupakan mantan siswa berkebutuhan khusus di sekolah tersebut, dan ia melepaskan tembakan ke arah kelas khusus sebelum akhirnya dihentikan oleh tindakan heroik seorang guru dan seorang ayah.

Menurut Kepala Kepolisian Bend, Mike Krantz, pelaku masuk dengan menembak pintu yang terkunci menggunakan senapan 12-gauge, melepaskan hingga 15 tembakan, dan masih menyisakan 44 peluru sebelum nyawanya dihentikan. Korban tewas terdiri dari anak-anak berusia 5, 8, dan 11 tahun, serta guru bernama Meghan Lambert (25). Dua korban lainnya, seorang anak berusia 7 tahun dan guru berusia 54 tahun, saat ini dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Yang menjadi sorotan adalah keberanian seorang guru yang melemparkan ponselnya ke arah penembak lalu menerjang dan melawan pelaku. Aksi ini diyakini menyelamatkan banyak nyawa. Tak lama setelah panggilan darurat pertama, seorang ayah bernama Kaylub Giamanco (36), yang memiliki dua anak di sekolah itu, masuk dan menembak mati pelaku. Presiden AS Donald Trump memuji Giamanco sebagai "pahlawan hebat" dan menekankan pentingnya kepemilikan senjata yang digunakan dengan benar.

Polisi masih menyelidiki bagaimana remaja tersebut mendapatkan senapan. Di bawah hukum Oregon, anak di bawah umur boleh memiliki senapan jika diberikan oleh orang tua atau dengan izin orang tua. Ibu pelaku, Shauntai Nickerson, menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan mendalam kepada publik.

Insiden ini tercatat sebagai pembunuhan massal ke-28 di AS sepanjang tahun ini. Data Gun Violence Archive menunjukkan 369 penembakan massal terjadi pada 2026, sementara Everytown for Gun Safety mencatat setidaknya 100 insiden penembakan di lingkungan sekolah dengan 34 korban jiwa. Peristiwa ini kembali memicu perdebatan mengenai regulasi senjata dan keamanan sekolah di AS.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook