Investigasi BBC mengungkap bukti bahwa pasukan paramiliter Sudan, Rapid Support Forces (RSF), secara sistematis menghancurkan sistem layanan kesehatan di El-Fasher, Darfur, selama pengepungan panjang dan pengambilalihan kota setahun lalu. Temuan ini memicu kecaman keras dari Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk, yang menyebut serangan terhadap fasilitas sipil sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional dan berpotensi merupakan kejahatan perang.
Data BBC mencatat setidaknya 43 serangan terpisah terhadap rumah sakit dan fasilitas kesehatan sejak Mei 2024 hingga Oktober 2025. Dampaknya sangat mematikan bagi tenaga medis: 120 orang luka-luka, 55 tewas, dan 10 orang hilang atau diculik paksa. Salah satu momen paling memilukan terjadi ketika tim medis di Rumah Sakit Saudi terpaksa melakukan operasi caesar hanya dengan bantuan cahaya telepon genggam di tengah situasi kota yang sedang dibom.
RSF membantah keras temuan ini. Menteri Kesehatan kelompok tersebut menilai tuduhan itu sebagai propaganda untuk mencoreng reputasi mereka. Namun, laporan ini menjadi perhatian dunia karena El-Fasher dianggap sebagai salah satu contoh paling jelas dari kehancuran layanan kesehatan akibat konflik bersenjata di Sudan.