Bintang muda Cooper Flagg baru saja mengukir sejarah di NBA dengan mencetak 49 poin, rekor tertinggi untuk pemain remaja dalam satu pertandingan. Namun, malam bersejarah itu harus diwarnai kekecewaan lantaran timnya, Dallas Mavericks, justru takluk dramatis 123-121 dari Charlotte Hornets. Kemenangan Hornets tak lepas dari aksi heroik Kon Knueppel yang mengunci poin penentu.
Cooper Flagg yang baru berusia 19 tahun pada Desember lalu, tampil memukau dengan 49 poin, memecahkan rekor Cliff Robinson yang sudah bertahan sejak 1980. Flagg juga mencatat 20 tembakan masuk dari 29 percobaan, plus 10 rebound. Angka ini jelas menunjukkan potensi luar biasa Flagg di kancah NBA, menandai ia sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan yang patut dinantikan perkembangannya.
Sayangnya, performa individu brilian Flagg tak cukup menyelamatkan Mavericks dari kekalahan. Charlotte Hornets berhasil mencuri kemenangan berkat penampilan ciamik Kon Knueppel yang mencetak 34 poin, termasuk dua tembakan bebas krusial di sisa 4,1 detik pertandingan. Ironisnya, Knueppel berhasil merebut bola dari Flagg di tengah lapangan sesaat sebelum insiden pelanggaran yang menghasilkan free throw penentu kemenangan. Tembakan Flagg di detik-detik akhir untuk memaksakan overtime pun membentur ring dan gagal masuk.
Knueppel juga mencatatkan rekor rookie Hornets dengan delapan tembakan tiga angka. Kemenangan ini memperpanjang rentetan kemenangan Hornets menjadi lima laga berturut-turut, sekaligus menjadi yang terpanjang sejak Februari 2023. Brandon Miller juga berkontribusi besar dengan 23 poin, menjadikannya sembilan pertandingan berturut-turut selalu di atas 20 poin. LaMelo Ball menambah 22 poin dengan enam tembakan tiga angka.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Dallas Mavericks menelan tiga kekalahan beruntun, semuanya di kandang sendiri, setelah sebelumnya menikmati empat kemenangan beruntun. Ini adalah kontras tajam antara performa kedua tim yang menunjukkan inkonsistensi Mavericks meski memiliki pemain bintang. Sementara itu, Hornets menunjukkan bahwa kekuatan tim dan momentum positif bisa mengalahkan penampilan individu yang fenomenal.
Secara menarik, pertandingan ini juga menjadi pertemuan NBA pertama bagi Flagg dan Knueppel, yang sama-sama akan menjadi mahasiswa baru Duke pada musim 2024-2025. Persaingan mereka di masa depan, baik di kampus maupun di liga profesional, tentu akan sangat dinantikan sebagai rival yang telah mencicipi sengitnya persaingan sejak dini. Sebagai informasi tambahan, dalam seremoni paruh waktu, jersey Mark Aguirre, draf pilihan pertama Mavericks pada musim 1980-81, resmi dipensiunkan, menjadikannya pemain kelima yang menerima kehormatan tersebut dari tim Dallas.