Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran rudal balistik Rusia selama dua hari berturut-turut. Yang bikin miris, kali ini serangan datang tanpa peringatan dini dari mitra-mitra Barat Ukraina.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut bahwa Ukraina baru mendeteksi rudal tersebut saat sudah mendekati wilayah Kyiv. Artinya, warga sipil nyaris tidak punya waktu untuk berlindung. Situasi ini memicu pertanyaan besar soal efektivitas sistem pertahanan udara dan aliran intelijen dari negara-negara sekutu.
Dampaknya bagi masyarakat sangat serius. Tanpa peringatan dini, risiko korban jiwa meningkat drastis. Warga Kyiv kini hidup dalam tekanan psikologis berat karena serangan bisa datang kapan saja tanpa aba-aba. Selain itu, serangan bertubi-tubi ini berpotensi melumpuhkan infrastruktur energi dan transportasi kota, yang ujungnya berdampak pada aktivitas ekonomi harian.
Dari pantauan media internasional, pola serangan tanpa peringatan ini menunjukkan eskalasi baru dalam strategi militer Rusia. Ukraina pun mendesak sekutu Barat untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara canggih dan berbagi data intelijen secara real-time. Tanpa itu, kota-kota besar Ukraina akan terus berada dalam garis tembak.