Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyuarakan kekhawatiran tajam terhadap kesepakatan diesel antara Amerika Serikat dan Rusia. Menurutnya, kerja sama energi yang melibatkan Donald Trump dan Vladimir Putin tersebut berpotensi menjadi sumber pendanaan baru bagi mesin perang Rusia untuk terus menyerang Ukraina.
Peringatan ini muncul di tengah situasi global yang memanas. Harga bahan bakar dunia sedang melonjak tajam akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini membuat pasokan energi global terganggu, dan ironisnya, justru membuka peluang bagi Rusia untuk meraup keuntungan besar dari penjualan diesel ke pasar internasional.
Analisis Singkat: Bagi masyarakat global, lonjakan harga BBM akan langsung terasa dalam biaya transportasi dan kebutuhan pokok. Sementara itu, secara geopolitik, kesepakatan ini dianggap memperlemah sanksi internasional terhadap Rusia. Jika Rusia mendapatkan aliran dana segar dari sektor energi, kemampuan mereka untuk memperpanjang agresi di Ukraina akan semakin kuat, yang berarti perdamaian dunia semakin sulit tercapai.