Washington, DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan pengaruhnya di panggung politik nasional. Menjelang pemilu paruh waktu (midterm) November mendatang, Trump secara mengejutkan memberikan dukungan di menit-menit akhir kepada anggota Kongres petahana, Mike Collins, dalam pemilihan pendahuluan (primary run-off) Partai Republik di negara bagian Georgia, Selasa (3/6).
Dukungan ini langsung disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Collins sebagai pendukung setia gerakan 'Make America Great Again' (MAGA) dan menjulukinya sebagai 'pejuang sejati'. Collins akan bertarung melawan pendatang baru politik sekaligus mantan pelatih sepak bola, Derek Dooley, untuk memperebutkan tiket melawan Senator petahana dari Partai Demokrat, Jon Ossoff.
Pertarungan ini sangat krusial. Ossoff, yang mulai menjabat pada 2021, adalah bagian dari 'gelombang biru' yang membawa Georgia berpaling dari Partai Republik. Namun, dalam pemilu 2024, Georgia kembali condong ke Trump. Mengalahkan Ossoff dianggap sebagai salah satu peluang emas Partai Republik untuk merebut kursi baru di Senat yang hanya beranggotakan 100 orang, di mana mereka saat ini hanya memiliki mayoritas tipis 53 kursi.
Yang menarik, dukungan Trump ini justru memicu ketegangan internal partai. Gubernur Georgia, Brian Kemp, yang merupakan sesama Republikan, memilih untuk mendukung Dooley. Meski umumnya loyal pada Trump, Kemp kerap berselisih dengan mantan presiden tersebut, terutama soal klaim tanpa bukti Trump tentang kecurangan pemilu 2020 di Georgia. Dooley sendiri mengaku tidak memilih pada 2016 dan 2020, dan secara terang-terangan menyatakan hasil pemilu di Georgia sah.
Hasil jajak pendapat menunjukkan Collins unggul tipis dengan 40 persen suara pada primary bulan Mei lalu, sementara Dooley mengantongi 30 persen. Namun, dampak dukungan Trump masih diragukan karena diumumkan setelah masa pemungutan suara awal berakhir. Rekam jejak 'endorsement' Trump juga tidak selalu moncer; ada yang berhasil seperti di Texas, namun ada juga yang gagal seperti di Iowa.
Analisis Dampak: Pertarungan di Georgia ini menjadi barometer kekuatan politik Trump pasca-kepresidenan. Jika Collins menang, itu akan menunjukkan bahwa mesin politik MAGA masih ampuh. Namun jika Dooley menang, hal ini bisa menjadi sinyal bahwa pengaruh Trump mulai memudar di hadapan kekuatan politik lokal yang pragmatis. Kemenangan Ossoff di November nanti akan menjadi tameng besar bagi Partai Demokrat untuk menghalangi agenda Trump di dua tahun terakhir masa jabatannya.