MAN CITY BERSALAH, LIGA INGGRIS GEGER - Berita Dunia
← Kembali

MAN CITY BERSALAH, LIGA INGGRIS GEGER

Foto Berita

Jakarta - Dunia sepak bola Inggris kembali memanas. Manchester City resmi dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran aturan finansial Premier League yang terjadi antara tahun 2009 hingga 2018. Keputusan ini diumumkan oleh komisi independen tepat saat jeda internasional, memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama para manajer rival.

Meski City tetap membela diri dan mengajukan banding, bayang-bayang hukuman berat menghantui klub asuhan Enzo Maresca tersebut. Jika banding ditolak, sanksi mulai dari pengurangan poin, denda besar, larangan transfer, hingga degradasi ke kasta kedua menjadi ancaman nyata.

Reaksi datang dari manajer Bournemouth, Andoni Iraola, yang menilai ketidakpastian ini merugikan semua pihak. "Prosesnya masih berjalan, kita harus bersabar," ujarnya. Senada dengan itu, manajer Everton, David Moyes, menyoroti ketidakadilan yang menimpa timnya. Everton sebelumnya sempat terkena pengurangan 10 poin atas pelanggaran serupa, namun Moyes merasa kasus City yang jauh lebih besar dan lama justru belum tuntas. "Aneh rasanya Everton dihukum cepat, sementara pelanggaran 10 tahun lalu tidak segera diselesaikan," tegas Moyes.

Sementara itu, Enzo Maresca tetap percaya diri dan yakin banding akan dimenangkan, serta menegaskan bahwa trofi yang sudah diraih tidak tercemar. Namun, para manajer lain seperti dari Liverpool dan Manchester United menuntut penyelesaian cepat demi kejelasan kompetisi. Mereka menilai situasi ini unprecedented dan berdampak besar pada integritas liga.

Dampak bagi Masyarakat: Bagi penggemar sepak bola, ketidakpastian ini menciptakan ketegangan menjelang akhir musim. Jika City benar-benar terdegradasi, peta persaingan Premier League akan berubah drastis, memengaruhi jadwal, pendapatan klub, dan hiburan akhir pekan. Selain itu, kasus ini menjadi preseden penting bagi penegakan aturan finansial di liga-liga lain, termasuk Indonesia, bahwa pelanggaran tidak bisa dibiarkan menumpuk tanpa penyelesaian.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook