SIAPA PENANTANG MESSI DI BALLON D'OR 2026? - Berita Dunia
← Kembali

SIAPA PENANTANG MESSI DI BALLON D'OR 2026?

Foto Berita

Persaingan memperebutkan trofi Ballon d'Or tahun ini kembali memanas. Dengan pengumuman pemenang yang tinggal menghitung hari, spekulasi tentang siapa yang akan membawa pulang penghargaan paling bergengsi di dunia sepak bola itu semakin liar. Nama-nama besar seperti Harry Kane, Lionel Messi, dan talenta muda Lamine Yamal masuk dalam daftar favorit, meski sejarah menunjukkan bahwa ajang ini sering kali penuh kejutan.

Menariknya, penilaian kali ini tidak melihat performa di masa lalu. Penyelenggara menetapkan kriteria penilaian berdasarkan performa para kandidat dalam rentang waktu 3 Agustus 2025 hingga 19 Juli 2026, tepat pada hari final Piala Dunia tahun ini. Dari 30 nama yang masuk daftar pendek, terdapat tiga mantan juara yang kembali bersaing: Messi (8 kali juara), Ousmane Dembele (juara bertahan), dan Rodri (juara 2024).

Dalam catatan sejarah, Argentina dan Prancis sama-sama mengoleksi delapan trofi. Uniknya, seluruh trofi Argentina disumbangkan oleh satu nama: Lionel Messi. Sang mega bintang yang kini berusia 39 tahun itu telah mengumumkan pensiun dari tim nasional pada Agustus lalu setelah membawa negaranya menjadi runner-up Piala Dunia dan meraih gelar MLS bersama Inter Miami. Sementara itu, Prancis menyebar koleksi trofi mereka kepada enam pemain berbeda, dengan Dembele yang baru saja membawa Prancis ke peringkat keempat Piala Dunia masuk dalam daftar pendek bersama rekan setimnya seperti Mbappe dan Saliba.

Portugal menduduki peringkat berikutnya dengan tujuh trofi, yang semuanya disumbangkan oleh tiga legenda: Eusebio, Luis Figo, dan Cristiano Ronaldo. Namun, tahun ini Ronaldo harus absen dari daftar pendek untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Harapan Portugal kini beralih ke pemain seperti Bruno Fernandes dan Vitinha. Sementara itu, Jerman dan Belanda dipastikan tidak memiliki wakil di daftar pendek tahun ini, memperpanjang puasa gelar mereka sejak era 1990-an. Brasil masih menaruh harapan pada Gabriel, Marquinhos, dan Vinicius Jr untuk mengakhiri penantian dua dekade, sementara Inggris berharap kapten mereka, Harry Kane, bisa mengulang sejarah Stanley Matthews pada 1956.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook