JENEWA - Swiss kembali mencatat rekor mengerikan soal perubahan iklim. Data terbaru menunjukkan lebih dari 5% es gletser di negara itu lenyap dalam 12 bulan terakhir. Angka ini jauh melampaui batas normal yang biasanya hanya 2% per tahun.
Dr. Matthias Huss dari Glacier Monitoring Switzerland menyebut kondisi ini sebagai bencana. Musim panas yang ekstrem tahun ini menjadi pemicu utama percepatan pencairan tersebut.
Masalahnya tidak berhenti di situ. Hilangnya es di pegunungan Alpen ini berdampak langsung pada cadangan air. Selama Juli hingga September, Swiss melepaskan sekitar 2,2 triliun liter air es yang mencair. Air ini memang membantu mengatasi kekeringan musim panas, tapi sifatnya tidak berkelanjutan.
Para ahli memperingatkan bahwa es yang mencair ini adalah air 'warisan' yang tersimpan selama berabad-abad. Jika habis, pasokan air untuk irigasi pertanian, pembangkit listrik tenaga air, hingga transportasi bisa terancam dalam beberapa dekade ke depan.
Selain krisis air, risiko bencana juga meningkat. Tanah yang membeku (permafrost) mulai mencair, membuat lereng gunung tidak stabil. Ini meningkatkan potensi longsor dan banjir bandang, mirip dengan yang terjadi di Nepal belum lama ini.