Pembalap muda Italia, Kimi Antonelli, bikin gebrakan di ajang Formula 1. Di usianya yang baru 19 tahun, ia berhasil merebut posisi terdepan (pole position) di Sirkuit Monaco, Sabtu (24/5) waktu setempat. Ini adalah pertama kalinya pembalap Italia menjadi yang tercepat di kualifikasi Monaco sejak Jarno Trulli melakukannya pada tahun 2004 silam.
Antonelli yang membela tim Mercedes mengalahkan rival beratnya, Max Verstappen dari Red Bull, dengan selisih waktu super tipis 0,043 detik. Catatan waktunya adalah 1 menit 12,051 detik. Ini sekaligus menjadi pole position keempatnya dari enam seri balapan musim ini.
âIni lap yang ajaib. Aku bisa menyatukan semuanya. Kualifikasi sangat ketat dengan Max,â ujar Antonelli yang juga memuncaki klasemen sementara pembalap. Ia mengaku tahu lap terakhirnya bagus, tapi tidak menyangka cukup untuk jadi yang tercepat.
Yang menarik, banyak pihak meragukan kemampuan Antonelli di Monaco. Sirkuit ini terkenal sempit, lambat, dan tidak mengandalkan tenaga mesin besarâyang biasanya jadi keunggulan Mercedes. Tapi Antonelli membuktikan semua prediksi salah. Ia sukses mengalahkan pembalap Ferrari yang dianggap lebih cocok dengan trek ini.
Lewis Hamilton (Ferrari) harus puas di posisi ketiga, sementara Charles Leclercâpemenang Monaco tahun laluâjustru gagal di lap terakhir karena menabrak tembok. Rekan setim Antonelli, George Russell, hanya mampu start dari posisi keenam. Juara bertahan Lando Norris (McLaren) bahkan harus puas di barisan keempat.
Analisis: Keberhasilan Antonelli di Monaco punya dampak besar. Pertama, ia menghancurkan mitos bahwa pembalap muda tidak bisa bersaing di sirkuit paling menantang di dunia. Kedua, ini pukulan telak bagi Ferrari yang sebelumnya diunggulkan. Jika Antonelli menang besok, ia akan memperlebar jarak di puncak klasemen dan membuat persaingan juara dunia musim ini semakin tidak terduga. Ini jadi bukti bahwa regenerasi pembalap di F1 sedang berjalan sangat cepat.