Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Militer Israel (IDF) mengakui telah menyerang kendaraan yang membawa tentara Lebanon di selatan Negeri Cedar pada Sabtu pagi. Insiden ini memicu kemarahan besar pemerintah Lebanon yang menyebut serangan itu sebagai 'agresi brutal dan biadab'.
IDF menyatakan kendaraan tersebut bergerak mencurigakan ke arah pasukan mereka di zona tempur aktif yang telah dievakuasi. Namun, hasil investigasi awal Israel mengonfirmasi bahwa tiga orang di dalam mobil tersebut adalah tentara Lebanon, bukan milisi Hizbullah. Serangan terjadi di dekat desa Kfar Tebnit, sekitar 4 mil utara Sungai Litani—wilayah yang menjadi pusat pertempuran sengit antara Israel dan Hizbullah sejak Maret lalu.
Analisis Dampak: Kejadian ini memperumit posisi pemerintah Lebanon yang selama ini berusaha menjaga jarak dari Hizbullah namun kini harus menghadapi agresi langsung dari Israel. Serangan ini juga berpotensi menggagalkan upaya gencatan senjata yang didukung AS, apalagi setelah pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak negosiasi damai. Jika tidak ada de-eskalasi, Lebanon berisiko terperosok lebih dalam ke dalam konflik regional yang melibatkan AS dan Iran, di mana Hizbullah menjadi salah satu poros utamanya.