GEMPURAN RUSIA MEMATIKAN, AS-UKRAINA PECAH KONGSI? - Berita Dunia
← Kembali

GEMPURAN RUSIA MEMATIKAN, AS-UKRAINA PECAH KONGSI?

Foto Berita

Rusia kembali melancarkan serangan mematikan ke sejumlah kota di Ukraina, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai belasan lainnya. Kota Odesa dan Kryvyi Rih menjadi sasaran utama rudal dan drone, mengakibatkan kerusakan parah pada area permukiman, fasilitas industri, hingga rumah sakit bersalin.

Di Odesa, satu korban tewas di rumah sakit akibat luka parah, sementara 11 orang, termasuk seorang anak, terluka. Atap rumah sakit bersalin rusak, gedung bertingkat dan rumah warga hancur. Kobaran api juga terlihat di lantai atas apartemen serta sejumlah kendaraan ludes terbakar. Tak jauh berbeda, Kryvyi Rih melaporkan dua korban meninggal dan dua luka-luka setelah fasilitas industri vital mereka diserang, memicu kebakaran besar.

Gempuran tak berhenti di sana. Fasilitas produksi gas milik Naftogaz di wilayah Poltava juga menjadi target serangan drone Rusia selama tiga hari berturut-turut, yang menyebabkan satu pekerja tewas. Serangan-serangan sporadis ini terus berlanjut di tengah kebuntuan upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata, membuat harapan akan resolusi damai semakin menipis.

Di panggung global, kondisi Ukraina semakin kompleks. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio secara mengejutkan membantah keras klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang menyebut AS menekan Kyiv agar menyerahkan wilayah Donbas demi jaminan keamanan pasca-perang. Rubio menegaskan bahwa pernyataan Zelenskyy adalah 'kebohongan' dan menjelaskan bahwa jaminan keamanan hanya akan diberikan setelah perang berakhir, tanpa syarat penyerahan wilayah. Pernyataan Rubio ini, yang datang dari seorang politikus yang sebelumnya dikenal sangat mendukung Ukraina, mengindikasikan adanya retakan dalam narasi sekutu dan potensi pergeseran prioritas. Apalagi, ada wacana pengalihan senjata ke Kyiv untuk mendukung operasi AS-Israel terhadap Iran, yang bisa berarti bantuan untuk Ukraina harus bersaing dengan kebutuhan lain. Situasi ini menempatkan Ukraina dalam posisi yang semakin sulit, menghadapi agresi tanpa henti dari Rusia di saat perhatian dan dukungan internasional terpecah, bahkan muncul perbedaan pandang yang signifikan di antara sekutu utama mereka.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook