KAPTEN TANKER DIPBAYAR RP 2,4 M DEMI TEROBOS SELAT HORMUZ - Berita Dunia
← Kembali

KAPTEN TANKER DIPBAYAR RP 2,4 M DEMI TEROBOS SELAT HORMUZ

Foto Berita

Jakarta, - Selat Hormuz yang membara akibat konflik bersenjata kini menjelma menjadi jalur pelayaran paling mematikan di dunia. Namun, siapa sangka, bahaya maut tersebut justru melahirkan 'harga' yang fantastis bagi para pelaut. Laporan terbaru mengungkap bahwa seorang kapten kapal tanker bisa mengantongi bayaran selangit, mencapai 100.000 dolar AS (sekitar Rp 1,6 miliar) sebagai gaji pokok, plus bonus 50.000 dolar AS (sekitar Rp 800 juta) hanya untuk sekali melintas.

Praktik 'uang risiko' ini terpaksa dilakukan perusahaan pelayaran karena jalur tersebut kini sangat berbahaya. Data dari Kpler menunjukkan lalu lintas kapal yang terdeteksi di Selat Hormuz anjlok ke titik terendah sejak 23 Juli lalu. Pekan lalu, hanya tujuh kapal yang tercatat melintas, turun drastis dibandingkan biasanya. Serangan proyektil terhadap kapal di lepas pantai Qatar pada Rabu malam lalu menjadi bukti nyata bahwa ancaman tersebut bukan isapan jempol belaka.

Meski demikian, ekspor minyak dari Timur Tengah dilaporkan tetap naik melampaui level pra-perang. Rahasianya? Sekitar 40 persen minyak diekspor melalui jalur pipa darat Arab Saudi atau menggunakan taktik 'kapal antar-jemput' (ship-to-ship transfer). Kapal-kapal kecil ini mematikan transponder mereka untuk menghindari deteksi radar, lalu memindahkan minyak ke tanker besar yang menunggu di luar zona bahaya.

Analisis Dampak: Bagi masyarakat global, situasi ini berarti harga minyak mentah (Brent) dipastikan tetap mahal dan fluktuatif. Biaya logistik yang ekstrem ini akan berimbas pada kenaikan harga bahan bakar dan barang kebutuhan pokok di dalam negeri. Sementara bagi kru kapal, ini adalah pertaruhan nyawa antara mencari nafkah atau menghadapi serangan rudal yang intensitasnya diprediksi terus meningkat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook