Gelaran olahraga akbar seperti Super Bowl bukan cuma adu gengsi tim-tim terbaik, tapi juga mesin pencetak uang raksasa bagi kota tuan rumah. Buktinya, Super Bowl yang sebentar lagi dihelat di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, diperkirakan akan menyuntikkan hingga 630 juta dolar AS ke perekonomian lokal kawasan Teluk San Francisco (Bay Area).
Angka fantastis ini hanyalah permulaan. Bay Area rupanya sedang bersiap menyambut gelombang event olahraga raksasa lainnya. Mulai dari NBA All-Star Game 2025, Super Bowl 2026, sampai FIFA World Cup, semuanya diprediksi akan 'membakar' roda ekonomi wilayah tersebut. Komite Penyelenggara Bay Area bahkan telah mengkaji, akumulasi event ini bakal membawa dampak ekonomi luar biasa.
Pengalaman sebelumnya menguatkan prediksi ini. Super Bowl tahun lalu di New Orleans, Louisiana, misalnya, sukses mengundang 115.000 pengunjung yang menghabiskan sekitar 658 juta dolar AS. Konsumen, menurut Bank of America, terpantau rela merogoh kocek lebih dalam, terutama untuk makanan, minuman, dan parkir di sekitar stadion saat hari pertandingan.
Tentu, menjadi tuan rumah event sebesar ini tidak gratis. Kota Santa Clara, contohnya, menghabiskan sekitar 6,3 juta dolar AS untuk persiapan dan logistik. Namun, angka ini tergolong kecil jika dibandingkan potensi pendapatan yang diraup. Beberapa kota bahkan nekat menjadikan event olahraga sebagai pemicu proyek infrastruktur besar-besaran, seperti Houston yang meluncurkan jalur kereta ringan pertama mereka sebulan sebelum Super Bowl 2004. Ide ini berhasil mengubah wajah kota yang dulunya tak punya sistem kereta api.
Meski begitu, tak semua taruhan infrastruktur berbuah manis. Las Vegas membangun Allegiant Stadium setelah menarik tim Raiders, namun dampaknya masih jadi perdebatan. Namun secara umum, dampak positifnya jelas terasa: mulai dari lonjakan pengunjung bandara yang mencapai rekor seperti Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor setelah Super Bowl 2023, hingga terciptanya ribuan lapangan kerja sementara dan promosi pariwisata yang tak ternilai harganya. Bagi masyarakat, ini berarti putaran ekonomi yang lebih cepat, meski juga kadang diikuti kenaikan harga barang dan jasa di sekitar lokasi event.