PERANG YAMEN: WARGA SIPIL KEMBALI MENGUNGSI - Berita Dunia
← Kembali

PERANG YAMEN: WARGA SIPIL KEMBALI MENGUNGSI

Foto Berita

MUKALLA, YAMEN - Gelombang pengungsian kembali terjadi di Yaman. Pasukan pemerintah yang berbasis di kota pelabuhan Al-Khokha, Laut Merah, mendadak mundur dari garis depan, memicu kepanikan warga sipil yang tak ingin terjebak dalam gempuran militer Houthi.

Saeed Hassan (58), seorang warga yang kini mengungsi di Mukalla, menceritakan bagaimana kedua anaknya berlari memberitahukan pergerakan tak biasa pasukan pemerintah pada 9 September lalu. Meski awalnya menganggapnya sebagai taktik militer biasa, Saeed terkejut saat menyaksikan sendiri betapa masifnya jumlah tentara dan peralatan militer yang ditarik mundur dari posisi mereka.

Kepanikan semakin memuncak ketika sebuah rudal menghantam kamp pengungsi di dekat lokasi kejadian. Shaker, keponakan Saeed, nyaris tewas saat ledakan susulan terjadi. "Dia melihat seorang pria terluka yang kakinya putus," ujar Mohammed (47), saudara Saeed, menggambarkan kekacauan tersebut.

Mundurnya pasukan pemerintah dari Mocha dan Al-Khokha membuka jalan bagi Houthi untuk menguasai wilayah pesisir strategis, termasuk Selat Bab al-Mandeb. Situasi ini memaksa keluarga Saeed dan Mohammed untuk meninggalkan rumah mereka untuk yang kedua kalinya. Mereka hanya membawa dokumen, pakaian seadanya, dan barang berharga yang bisa dijinjing, meninggalkan barang dagangan dan harta benda mereka di tengah ancaman perang.

Analisis Dampak: Penguasaan Houthi atas Selat Bab al-Mandeb bukan hanya krisis kemanusiaan lokal, tetapi juga ancaman global. Selat ini adalah jalur pelayaran internasional yang vital. Ketidakstabilan di wilayah ini berpotensi mengganggu rantai pasok global dan menaikkan biaya logistik maritim. Bagi masyarakat Yaman, situasi ini memperburuk krisis pengungsian yang sudah berlangsung bertahun-tahun, menciptakan siklus displacement tanpa akhir yang menghancurkan ekonomi keluarga dan akses pendidikan anak-anak.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook