Gerakan sosialis Demokratik Amerika Serikat (DSA) menorehkan rekor baru dalam sejarah politik modern Negeri Paman Sam. Pada pemilihan umum paruh waktu hari Selasa (3/11) waktu setempat, sejumlah kandidat yang didukung atau berafiliasi dengan DSA berhasil memenangkan kursi di tingkat federal. Ini menjadi malam paling sukses bagi sayap kiri Amerika dalam lebih dari satu abad terakhir.
Menurut Komisi Pemilihan Nasional DSA, Chanpreet Singh, lonjakan ini adalah rekor tersendiri bagi gerakan sosialis yang selama ini dipandang sebelah mata. Gelombang dukungan ini tidak lepas dari peran tokoh-tokoh populer seperti Bernie Sanders yang membawa isu layanan kesehatan universal (universal healthcare) ke panggung nasional, hingga terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York City pada 2025 lalu yang memicu lonjakan anggota baru.
Kemenangan ini tersebar di berbagai negara bagian. Di New York, Claire Valdez, Darializa Avila Chevalier, dan Brad Lander terpilih pertama kali ke DPR AS, mendampingi petahana Alexandria Ocasio-Cortez. Sementara di Michigan, Rashida Tlaib kembali melenggang, disusul Donavan McKinney dan William Lawrence yang memenangkan kursi kompetitif. Kejutan juga datang dari Colorado dengan terpilihnya Melat Kiros, imigran asal Ethiopia yang vokal menentang perang di Gaza dan menyerukan pembubaran ICE (Imigrasi AS).
Selain itu, Pennsylvania mengirim Chris Rabb ke Kongres, sementara California memilih Angela Gonzales-Torres yang mengalahkan petahana dari Partai Demokrat. Di New Jersey, Adam Hamawy, mantan dokter bedah militer AS yang pernah bertugas di Gaza, juga berhasil merebut satu kursi. Kemenangan ini menegaskan bahwa isu perdamaian Gaza dan kesejahteraan sosial kini menjadi magnet elektoral yang kuat bagi masyarakat Amerika, menandakan pergeseran lanskap politik yang lebih progresif di masa depan.