Balendra Shah, seorang mantan rapper yang kini menjelma menjadi politisi ulung, baru saja menorehkan sejarah di Nepal. Setelah berhasil membawa partainya meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum bulan ini, Shah resmi dilantik sebagai Perdana Menteri. Namun, bukan proses pelantikannya yang menjadi sorotan utama, melainkan gebrakan uniknya sebelum upacara resmi.
Sebelum mengambil sumpah jabatan, Shah membagikan sebuah pesan video kepada seluruh rakyat Nepal, bukan dalam format pidato formal yang kaku, melainkan melalui lantunan rap yang berenergi. Langkah ini tentu saja mencuri perhatian publik, baik di dalam maupun luar negeri.
Pendekatan komunikasi politik yang tak biasa ini menunjukkan upaya untuk memecah batasan tradisional dalam politik. Di tengah era digital dan dominasi budaya populer, seorang pemimpin negara yang memilih medium rap untuk berbicara kepada rakyatnya bisa jadi sinyal penting. Ini berpotensi besar untuk menarik minat generasi muda pada isu-isu politik, sekaligus menghadirkan sosok pemimpin yang lebih relevan dan membumi di mata masyarakat. Fenomena ini juga membuka diskusi tentang bagaimana politik bisa terus beradaptasi dan mencari cara-cara baru yang lebih efektif untuk berinteraksi dengan konstituen di zaman modern. Apakah ini akan menjadi tren baru komunikasi politik global? Waktu yang akan menjawabnya.